Keseruan Berupa Pembelajaran

Oleh : Sri Utami Purwaningati (15413103)

Akhir pekan adalah waktu yang sangat ditunggu-tunggu, khususnya oleh mahasiswa tingkat akhir seperti aku. Setelah lima hari berkutat dengan laptop, tugas-tugas, dan per-studio-an, maka yang aku butuhkan adalah istirahat di akhir pekan. Akan tetapi, ada yang berbeda dengan akhir pekan kali ini. Aku adalah mahasiswa jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota yang juga merupakan penerima beasiswa KSE pada tahun ajaran 2016/2017. Sesuai dengan komitmenku pada saat melakukan wawancara beasiswa, maka aku harus menghadiri acara-acara yang diselenggarakan oleh paguyuban KSE ITB. Hari Minggu ini paguyuban KSE ITB mengadakan acara Seminar TFI dan SEC. TFI merupakan singkatan dari Technology For Indonesia, sedangkan SEC merupakan Social Entrepreneurship Camp.

Saat mendengar nama acara tersebut adalah seminar, hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah pasti acara ini akan disampaikan oleh orang-orang hebat dari suatu perusahaan terkenal. Kemudian hal selanjutnya yang aku pikirkan adalah aku tidak boleh terlambat. Tetapi apa yang bisa kita harapkan pada Hari Minggu pagi? Tentu saja jalanan macet karena adanya car free day dan pasar tumpah. Sudah dapat dipastikan, aku terlambat datang pada acara seminar.

Dengan tetap merasa bersalah karena terlambat, aku memasuki ruangan tempat seminar berlangsung. Aku berusaha untuk tidak melihat ke arah pembicara ketika memasuki ruangan, karena rasanya malu aku terlambat cukup lama. Tanpa membuang waktu aku langsung mencari kursi kosong terdekat. Hari itu, ruangan tempat seminar berlangsung tidak terisi penuh. Tidak sesuai dengan dugaanku. Mungkin orang-orang memiliki kegiatan lain yang lebih penting sehingga tidak bisa menghadiri acara seminar ini.

Sepersekian detik kemudian aku menyadari bahwa acara seminar ini tidak disampaikan oleh orang-orang hebat dari perusahaan terkenal seperti yang aku pikirkan sebelumnya. Akan tetapi, ASTAGA… aku terkejut ketika melihat siapa yang sedang melakukan presentasi di depan ruangan. Dia adalah temanku di jurusan, teman satu kelas, teman satu studio juga, dan dia adalah penerima beasiswa KSE dari periode sebelumnya. Sungguh kaget bukan main, melihat teman dengan umur yang sama tetapi apa yang sudah kami lakukan sangatlah jauh berbeda. Sejak saat itu aku mempertanyakan kepada diri sendiri, sebenarnya apa yang sudah kamu lakukan untuk orang di sekitarmu?

Sebagai contoh, temanku ini dengan kesibukan akademik kami yang relatif sama tetap bisa meluangkan waktunya untuk berkarya dalam kegiatan SEC dan menjadi pembicara dalam rangka berbagi pengalaman dengan beswan lain. Sedangkan aku, selalu saja menjadi pendengar yang duduk di kursi penonton. Baiklah terlepas dari kekagumanku kepada seorang teman yang sudah bisa menjadi pembicara pada sebuah acara seminar, keberjalanan acara ini cukup menyenangkan untukku. Sudah cukup lama aku terkurung di studio dengan teman-teman yang itu-itu saja. Pada hari itu aku menyadari bahwa menyenangkan rasanya dapat bertemu dengan teman-teman dari berbagai jurusan dengan pemikiran yang berbeda-beda.

Pada akhir acara seminar, pembawa acara mengajak kami untuk menuliskan sebuah ide yang terlintas dalam pikiran kami dan menuangkannya ke dalam satu baris gagasan, ide untuk TFI dan SEC, begitu katanya. Sebagai mahasiswa dengan jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, hal yang terlintas pertama kali di kepalaku adalah bagaimana cara mengurangi kemacetan di Kota Bandung? Someone should invent the technology, regulation, or policy, begitu pikirku. Akan tetapi, aku dikejutkan lagi dengan pikiran orang-orang di dalam ruangan ini. Mereka dapat memikirkan ide yang menurutku sederhana, tetapi tetap masuk akal dan tidak harus selalu berkaitan dengan bidang studi mereka. Cara berpikir tersebut yang kurasa aku harus belajar lebih banyak lagi. Aku harus membiasakan diri untuk lebih berpikir sederhana namun brilliant.

Acara seminar ini bukanlah acara hura-hura seperti acara malam keakraban atau sejenisnya. Akan tetapi, dengan menghadiri acara seminar ini aku menyadari bahwa setiap acara yang dirancang oleh paguyuban ini memiliki makna serta pembelajaran bagi para anggotanya. Keseruan yang aku dapat dengan menghadiri acara seminar ini berupa sebuah pembelajaran. Akhirnya aku dapat percaya, bahwa hal-hal besar yang terjadi memang berawal dari hal-hal kecil. Bermanfaat bagi orang lain dapat kita lakukan dengan melakukan hal-hal kecil. Ide-ide besar dapat berasal dari ide-ide sederhana yang terlintas begitu saja dalam pikiran kita. Semoga acara-acara KSE selanjutnya dapat memberikan keseruan lain berupa pelajaran-pelajaran hidup yang belum pernah aku dapatkan sebelumnya.

About the author

admin

View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *